Indonesia di Tengah Globalisasi Dan Sikap Positif Terhadap Dampak Globalisasi


Indonesia di Tengah Globalisasi Dan Sikap Positif Terhadap Dampak Globalisasi 

(PKn SMP Kelas IX – Halaman 109 s/d 114)
A.    Indonesia di Tengah Globalisasi.
Setelah kita memahami pengertian Globalisasi dan berbagai bentuk globalisasi dalam kehidupan, maka pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
1.      Kita sebagai bangsa agar mampu menghadapi perubahan yang demikian cepat akibat kemajuan teknologi, informasi, telekomunikasi dan transportasi.
2.      Kita sebagai bangsa tidak dapat lagi mengisolasi diri karena batas – batas Negara tidak mampu lagi menutup pengaruh arus global.
3.      Kita sebagai bangsa saling ketergantungan dengan bangsa lain.
4.      Kita sebagai bangsa harus berinteraksi dan berkompetisi dengan bangsa lain untuk kemajuan.
B.     Sikap Positif Terhadap Dampak Globalisasi.  
Globalisasi telah melanda  kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Globalisasi telah memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bersama, baik pengaruh positif maupun pengaruh negative. Kita mengharapkan globalisasi memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan kehidupan, sedangkan pengaruh negative globalisasi sejauh mungkin kita hindari. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa harus memiliki sikap positif terhadap semua pengaruh (dampak) globalisasi.
1.      Sikap Selektif terhadap Pengaruh Global.  
Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa – bangsa di dunia memberi respons atau tanggapan yang dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.       Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi, karena dianggap sebagai jalan keluar baru untuk perbaikan nasib umat manusia.
b.      Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk baru penjajahan (kolonialisme) melalui cara – cara baru yang bersifat transnasional di bidang politik, ekonomi dan budaya.
c.       Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat perkembangan teknologi informasi dan transportasi, tetapi tetap kritis terhadap akibat negative globalisasi.
Telah diuraikan sebelumnya bahwa globalisasi di samping memberi pengaruh positif terhadap kehidupan umat manusia, juga memiliki dampak buruk bagi kehidupan. Contoh dampak positif adalah kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, sedangkan dampak buruknya adalah munculnya sifat konsumerisme karena semua hal serba mudah dan cepat.  
Oleh karena itu, kita harus bisa dan mampu bersikap selektif dalam arti dapat memilih dan memilah pengaruh global tersebut yang berdampak positif dan negative. Terhadap perilaku global yang positif kita terima sebagai upaya kemajuan hidup manusia, sedang perilaku yang berdampak buruk kita hindari.  Contohnya, sekarang ini internet sudah ada di tempat – tempat umum khususnya di lembaga pendidikan. Teknologi Informasi ini menyajikan beragam informasi dari berbagai belahan dunia tanpa batas. Informasi yang disajikan seakan tiada batas dan tidak ada yang membatasinya. Orang yang membuka internet dapat bebas menjelajahi dunia maya tanpa dapat dicegah. Orang dihadapkan pada sikap untuk memilih hal – hal yang dianggap baik dan hal – hal yang dianggap tidak baik bagi kehidupan.
2.      Sikap Peduli Terhadap Masalah Internasional.  
Isu internasional telah pula menjadi masalah internasional. Kasus pelanggaran HAM di suatu Negara tidak lagi merupakan masalah nasional Negara yang bersangkutan. Masalah itu sudah menjadi masalah internasional atau masalah bersama umat manusia. Kasus pelanggaran HAM di timor leste, Yugoslavia, Rwanda, Myanmar  merupakan masalah Internasional. Kasus kebocoran lading nuklir di Chernobil, Rusia juga telah menjadi masalah internasional. Hal itu disebabkan kebocoran tersebut mengakibatkan ancaman terhadap kelestarian lingkungan alam dan kelangsungan hidup manusia.  
Negara perlu melibatkan diri terhadap penyelesaian masalah – masalah internasional dan peduli terhadap permasalahan internasional. Kepedulian ini merupakan bukti bahwa suatu bangsa adalah bagian tidak terpisahkan dari bangsa lain dalam pergaulan internasional.  
Bentuk – bentuk kepedulian suatu bangsa dapat diwujudkan dengan cara, antara lain sebagai berikut :  
a.      Pemerintah memberikan rasa simpati terhadap perjuangan melawan penindasan HAM.  
Misalnya : Pemerintah Indonesia memberikan simpati dan dukungan moril terhadap perjuangan rakyat Palestina.
b.      Pemerintah mengutuk atau mengecam tindakan penindasan terhadap bangsa lain.  
Misalnya : mengecam Amerika Serikat yang telah menyerang Irak tanpa kesepakatan internasional.
c.       Pemerintah mengirimkan tenaga sukarelawan, tenaga medis ke daerah – daerah konflik di luar negeri.  
Misalnya : Pengiriman tenaga medis ke Afganistan pasca perang tahun 2002.
d.      Pemerintah mengirimkan bantuan makanan dan obat – obatan ke daerah yang dilanda kelaparan, kekeringan atau bekas konflik.
e.       Pengiriman pasukan perdamaian atau pemeliharaan keamanan dalam koordinasi Dewan Keamanan PBB.
f.       Pemerintah membentuk forum bersama regional atau internasional untuk memperkuat posisi dalam memberi resolusi, tekanan, dan tuntutan terhadap sebuah masalah internasional.  
Misalnya : Indonesia masuk dalam ASEAN dan AFTA.
g.      Pemerintah melakukan langkah kebijakan yang berorientasi pada pemenuhan asas – asas demokrasi, HAM, keterbukaan, pelestarian lingkungan hidup dan pasar global.
Jadi kepedulian bangsa Indonesia terhadap isu internasional akan memperkuat posisi dan kemudahan bagi bangsa dalam memenuhi kebutuhan hidup.  Disamping itu, politik luar negeri Negara Indonesia di era global, yaitu politik bebas aktif. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan Negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 Alinea IV, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. Jadi, untuk mewujudkan suatu perdamaian abadi di era global sekarang ini, kita melaksanakan politik bebasa aktif.
a.      Bebas, artinya kita bebas menentukan sikap dalam masalah internasional. Kita tidak mengikuti salah satu Blok, baik Blok Barat (Liberal) maupun Blok Timur (Komunis). Kita netral atau non blok.
b.      Aktif, artinya kita dalam melaksanakan politik luarnegeri selalu aktif dalam memperjuangkan terwujudnya perdamaian abadi dan keadilan social.  Contohnya : Negara Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Negara Libanon tahun 2006.
3.      Akibat yang Terjadi Jika Tidak Ada Kepedulian Terhadap Masalah Internasional. Sekarang isu internasional telah menjadi persyaratan bagi dunia internasional dalam bekerja sama dan memberi bantuan terhadap suatu Negara. Bagi Negara yang tidak memenuhi persyaratan seperti penegakan Hak Asasi Manusia, Negara tersebut akan kesulitan memperoleh bantuan. Ketidakpedulian terhadap isu – isu internasional akan makin menambah berat beban Negara itu dalam kelangsungan hidupnya.  
Pada era globalisasi ini tidak ada Negara yang mampu berdiri sendiri tanpa bekerja sama dan hubungan dengan Negara lain. Amerika Serikat yang dikatakan sebagai Negara besar dan maju pun tetap membutuhkan Negara – Negara lain dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dengan demikian, ketidakpedulian suatu Negara terhadap isu internasional justru mempersulit Negara tersebut dalam kemajuan bangsanya.
a.      Bidang Ekonomi.  
Bangsa Indonesia mengalami kesulitan di bidang ekonomi untuk mempertahankan kebijaksanaan ekonomi yang independen dan otonom. Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi juga makin sulit dilakukan karena lambannya penanganan. Semua itu mengakibatkan kebijakan ekonomi dari pemerintah menjadi tidak menarik lagi.  
Program yang dilakukan oleh IMF merupakan contoh kasus yang jelas. Calon penerima bantuan IMF harus memenuhi beberapa persyratan, yaitu perluasan kredit, memotong belanja public dan pengurangan program subsidi untuk kesejahteraan umum. Hal yang demikian itu berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan politik dalam negeri, yaitu prinsip demokrasi.  Dalam proses seperti tersebut di atas, banyak Negara termasuk Indonesia harus mengadakan perubahan – perubahan kebijakan di bidang ekonomi atau politik. Investasi asing yang dulu dipandang sebagai kekuatan ekonomi harus ditinjau ulang. Bahkan ada persaingan untuk menitikberatkan modal asing oleh Negara – Negara berkembang.  
Apa akibatnya jika Indonesia tidak menyetujui tuntutan – tuntutan yang telah diberikan IMF dan kasus – kasus lainnya ?. tuntutan demikian itu berarti mengaitkan bantuan ekonomi dengan HAM. Pilihan apakah yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam keadaan sedang mengalami krisi ?. apabila Indonesia tidak peduli kepada realita ekonomi internasional, misalnya proteksionisme, maka Indonesia akan makin terpuruk. Disamping itu, adanya saling ketergantungan ekonomi internasional mengakibatkan Indonesia memperoleh tindakan balasan dari Negara – Negara lain terutama Negara merasa dirugikan oleh adanya ketergantungan dari pihak Indonesia semacam itu. Seperti kita ketahui, Indonesia telah menjalin hubungan ekonomi dengan Negara – Negara lain terutama Negara yang merasa dirugikan oleh adanya ketergantungan dari pihak Indonesia semacam itu.
Seperti kita ketahui, Indonesia telah menjalin hubungan ekonomi dengan Negara – Negara tetangga dan Negara – Negara lainnya, baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral seperti AFTA, NAFTA, APEC. Jalinan hubungan tersebut sudah mulai tumbuh dan berpengaruh bagi perkembangan ekonomi masing – masing Negara. Apabila hal itu dihentikan oleh Indonesia karena Indonesia tidak mau mengikuti tuntutan IMF, maka akan timbul kekacauan ekonomi pada beberapa Negara.          
b.      Bidang Politik.  
Akibat pengaruh globalisasi di bidang ekonomi memaksa Indonesia membuat penyesuaian kebijakan ekonomi sehingga merambah juga ke bidang lainnya. Pengaruh globalisasi dalam bidang politik di Indonesia berpengaruh terhadap masuknya nilai – nilai demokrasi dari luar yang universal itu masih diterima dengan sikap curiga. Kecurigaan ini wajar bagi bangsa Indonesia karena mempengaruhi kedaulatan Negara. Kecurigaan yang timbul ialah kesengajaan maksud negative untuk menekan Indonesia dan Negara – Negara berkembang lainnya. Kita memikirkan kemungkinan timbulnya kasus bahwa orang asing dapat memiliki tanah dan rumah di Indonesia.
Apakah dengan diberikannya izin kepada orang asing dapat berarti merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional ?. Banyak penafsiran yang diberikan, antara lain apakah definisi pelanggaran kedaulatan nasional itu, siapa yang melanggar dan siapa yang diuntngkan atau dirugikan. Keputusan yang dapat diambil oleh Indonesia tentu saja dapat mempengaruhi Negara – Negara lainnya.  
c.       Hubungan Internasional.
Bagaimanakah hubungan Indonesia dengan Negara – Negara lain seandainya Indonesia tidak mempedulikan masalah – masalah internasional, seperti Perak Irak. Negara Indonesia akan banyak mendapat kritikan, baik dari dalam maupun luar negeri.
d.      Bidang Teknologi dan Komunikasi.
Apabila Indonesia tidak mempedulikan masalah – masalah internasional, maka dapat mempengaruhi juga terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi di Indonesia. Bahkan seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, pengaruhnya dapat sampai kepada perkembangan pemikiran para individu, kebudayaan bahkan agama.
Pada akhirnya, kita harus menerima perubahan – perubahan yang diakibatkan oleh adanya globalisasi. Tidak hanya oleh Negara Indonesia dan Negara – Negara berkembang lainnya, melainkan juga oleh seluruh dunia. Kedaulatan nasional hanya akan memberi makna apabila memberikan keadilan kepada masyarakat.

Popular posts from this blog

Soal dan Jawaban Pkn Kelas 7 Semester 2 – Halaman 150 dan 151

Soal dan Jawaban IPA Kelas VII – Semester 2 – Halaman 26

Soal dan Jawaban IPS Terpadu Kelas VII – Halaman 82