Pencemaran Tanah (IPA Terpadu SMP Kelas 7 – Halaman 62 s/d 67)


Pencemaran Tanah (IPA Terpadu SMP Kelas 7 – Halaman 62 s/d 67) 

Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah, maka pasti dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk kedalam tanah. Pencemaran yang masuk kedalam tanah kemudian mengendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia, ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pencemaran tanah adalah suatu keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industry atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar kedalam lapisan subpermukaan, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia atau limbah, air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industry yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
1.      Faktor Penyebab Pencemaran Tanah.
a.      Limbah Domestik.
Limbah domestic dapat berasal dari daerah seperti pemukiman penduduk (pedagang, tempat usaha, hotel, dll), kelembagaan (kantor – kantor pemerintahan dan swasta) serta tempat – tempat wisata.
Limbah domestic tersebut dapat berupa limbah padat dan cair. Adapun perbedaan limbah padat dan cair yaitu sebagai berikut :
1.      Limbah Padat dapat berupa senyawa organic yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikro organisme.
Seperti plastic, serat, keramik, kaleng – kaleng dan bekas bahan bangunan yang menyebabkan tanah menjadi kurang subur.
2.      Limbah Cair dapat berupa tinja (feses), detergen, oli, cat.
Jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro organisme di dalam tanah.
b.      Limbah Industri.
Limbah Industri berasal dari sisa – sisa produksi industry.
Limbah industry juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1.      Limbah Padat.  
Limbah Industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan insustri berupa padatan, lumpur dan bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood serta pengawetan buah, ikan, daging dan lain lain.
2.      Limbah Cair.  
Limbah Industri berupa limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi. Misalnya sisa – sisa pengolahan industry pelapisan logam dan industry kimia lainnya.
Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat – zat yang dihasilkan dari proses industry pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb dan Cd dapat mencemari tanah. Hg, Zn, Pb dan Cd merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikro organisme. Jika meresap kedalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikro organisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.  
c.       Limbah Pertanian.
Indonesia dikenal sebagai Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Akan tetapi, karena ketidaktahuan, tidak sedikit petani tang menggunakan pupuk sintetik melebihi ketentuan atau caranya tidak tepat. Akibatnya, limbah pertanian yang berupa sisa – sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman tanah tercemar. Misalnya, pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman.
Penggunaan pupuk yang tersu menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah. Akibatnya, kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. penggunan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman, tetapi juga mikro organisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu, penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
2.      Dampak Pencemaran Tanah.
Semua pencemaran pasti akan merugikan makhluk hidup terutama manusia. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk kedalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena.
Contohnya saja kromium berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.
a.       Timbal sangat berbahaya pada anak – anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
b.      Raksa dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati.
c.       PCB dan siklodiena akan mengakibatkan kerusakan pada hati ditandai seperti keracunan.
d.      Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot.
e.       Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan system saraf pusat. Ada beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam kulit untuk paparan kimia yang telah disebutkan di atas. Pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
Selain kesehatan manusia yang terganggu, pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun dan berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemic dan Arthropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya, perubahan ini dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan tersebut rendah, maka bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama – kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk – makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek – efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolism tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan – bahan kimia derivative akan terbentuk dari bahan pencemah tanah utama.
3.      Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah.  
Berikut ini ada dua cara utama yang dapat dilakukan apabila tanah sudah tercemar, yaitu :
a.      Remediasi.  
Adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu In – situ (On - Site) dan Ex – Situ (Off - Site). 
b.      Bioremediasi.  
Adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikro organisme (Jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (Karbondioksida dan air).
Pembersihan On -  Site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah. Pembersihan ini terdiri atas Venting (injeksi) dan Bioremediasi.  
Pembersihan Off – Site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian di bawa kedaerah yang aman. Setelah itu, didaerah aman tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya adalah tanah tersebut disimpan di bak atau tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak / tanki tersebut. Selanjutnya, zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off – site ini jauh lebih mahal dan rumit.
Salah satu mikro organisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur Vesikular Arbuskular Mikoriza (Vam). Jamur Vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Jamur tersebut dapat berperan langsung karena kemampuannya menyerap unsur logam dari tanah. Jamur tersebut tidak dapat berperan langsung menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain, seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya.

Popular posts from this blog

Soal dan Jawaban Pkn Kelas 7 Semester 2 – Halaman 150 dan 151

Soal dan Jawaban IPA Kelas VII – Semester 2 – Halaman 26

Soal dan Jawaban IPS Terpadu Kelas VII – Halaman 82