Pertolongan Kecelakaan di Air Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
Pertolongan Kecelakaan di Air
Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung
dan Paru (RJP)
(PENJASKES
SMP Kelas 7 – Halaman 168 s/d 170)
Pernapasan buatan
adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong jiwa seseorang dengan jalan menimbulkan pernapasan yang
spontan dan teratur. Orang tanpa hidup dengan bernafas lebih dari beberapa
menit saja. Oleh karena itu, pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera
dan cara yang benar.
a. Pedoman dalam Melakukan Pernapasan
Buatan
Yang
harus dikerjakan sebelum melakukan pernafasan buatan adalah membersihkan
saluran pernapasan dan melonggarkan pakaian yang menjepit leher, dada, dan
perut. Kemudian, lakukanlah pernapasan buatan dengan pedoman sebagai berikut.
1. Lakukanlah pernapasan dengan segera. Apabila terlambat,
jiwa penderita tidak akan tertolong.
2. Lakukan
pernapasan buatan yang telah kamu kuasai betul. Jangan mencoba cara lain
meskipun lebih baik jika kamu belum menguasai cara- caranya.
3. Lakukanlah
pernapasan buatan sampai penderita
/korban bernafas kembali.
b. Cara Memberikan Pernapasan Buatan
(dari Mulut ke Mulut).
Pernapasan
buatan metode mulut ke mulut adalah metode yang paling efektif dalam membantu
korban ketika mengalami kesulitan bernafas. Caranya dengan menghembuskan udara
ke paru- paru korban dengan mulut kamu sendiri. Cara melakukan pernapasan buatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :
1. Tempatkan
korban pada punggungnya seketika. Putar kepala dan bersihkan daerah
kerongkongan dari air, lendir, barang- barang asing atau makanan.
2. Miringkan
kepala korban ke belakang untuk membuka aliran udara.
3. Angkat
dagu korban ke atas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
4. Pencet
lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika
kamu meniup.
5. Tempelkan
bibir kamu sekitar mulut korban.
6. Hembus
mulut korban sehingga kamu melihat kenaikan dada.
7. Lepaskan
mulut kamu untuk membiarkan pengeluaran udara secara alami.
8. Ulangi
12 sampai 18 kali /menit, amati untuk melihat naik turunnya dada sampai
pernapasan alami mulai.
c. Cara Menolong Orang Yang Pingsan.
1. Prinsipnya
sederhana. Kamu bernapas bagi korban
yang tidak bereaksi. Keluarkan napasmu dari paru- paru dan masukkan ke tubuh
korban melalui mulutnya. Apabila mulutnya cedera dan tidak bisa dibuka,
hembuskan napas ke dalam hidungnya.
2. Posisi
di samping kanan bahu korban. Miringkan
kepalanya, angkat dagunya dan pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk
mu. Tujuannya agar napas yang ditiupkan ke dalam mulut korban tidak keluar
melalui hidung.
3. Tarik
napas dalam- dalam. buka mulutnu lebar-lebar, rapatkan sedekat mungkin ke mulut
korban. Hembuskan napas ke dalamnya. Setelah itu jauhkan mulut dari korban.
Berikan dua kali pernapasan yang dalam. amati dada korban untuk memastikan
udara yang ditiupkan telah dapat mengembangkan paru – parunya. Sebelum
memasukkan napas berikutnya, pastikan korban sudah menghembuskan napas. Jika
perut korban jadi membesar, kemungkinan saluran napasnya tersumbat atau napas
yang dihembuskan terlalu banyak.
4. Periksa
adanya tanda – tanda sirkulasi, misalnya bernapas, batuk atau gerakan. Hal ini
perlu waktu tak sampai 10 detik.
5. Bila
tak ada tanda – tanda sirkulasi, lakukan tekanan pada jantung untuk mengalirkan
darah ke otak. Bila korban menunjukkan tanda – tanda kehidupan namun tidak
bernapas, lanjutkan pernapasan mulut ke mulut hembuskan udara sebanyak –
banyaknya setiap 5 detik, berarti dua belas kali pernapasan setiap menit.
6. Bila
napasnya lemah, dangkal atau tampak
susah payah, pernapasan buatan dari mulut ke mulut mungkin masih bisa membantu.
Namun bantuan pernapasanmu harus dikoordinasikan dengan napas korban. Hembuskan
udara selagi ia menarik napas dan biarkan dia mengeluarkan napas dulu, baru
kamu hembuskan napas lagi.
7. Telepon
dokter bila kamu belum dapat mengatasinya. Lanjutkan napas buatan sambil
menunggu bantuan.




