Kepribadian Sehat : Aliran Psikoanalisis, Aliran Behaviorisme dan Aliran Humanistik
Kepribadian Sehat : Aliran
Psikoanalisis, Aliran Behaviorisme dan Aliran Humanistik
A. Pengertian Kepribadian.
Kepribadian
adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang
bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang
dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak
ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah
dilontarkan.
Menurut
Gordon Allport (1937) ia menemukan
bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam sejumlah
kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang itu
sesungguhnya”.
Sehat
merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan
anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia
sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang
sadar akan hal tersebut.
a.
Kepribadian
Sehat Menurut Aliran Psikoanalisis.
Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model
kepribadian. Teori ini sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud
(1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur
kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu
perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan
dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam
perilaku dan pikiran.
Menurut teori psikoanalisa, inti dari
keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran
individual. Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat
menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang
disebut psikoneurosis. Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah
ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran.
Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan
ide kunci dari psikoanalisa.
Psikoanalisis mempunyai metode untuk
membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara
lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Teori psikologi
Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi
psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk
bertingkah laku.
Menurut
psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda
yaitu :
1.
Id.
Merupakan bagian palung primitif dalam
kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan
dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
2.
Ego.
Merupakan bagian “eksekutif” dari
kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan.
Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi
untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan
kenyataan.
3.
Super
Ego.
Merupakan gambaran internalisasi nilai
moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada
dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai
penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi
pada kesempurnaan.
Kepribadian
yang sehat menurut psikoanalisis :
1. Menurut
freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola
perkembangan yang ilmiah.
2. Kemampuan
dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
3. Mental
yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
4. Tidak
mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
5. Dapat
menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.
Behaviorisme juga disebut psikologi S –
R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek
psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang
perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori
Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958).
Aliran
behaviorisme mempunyai 3 ciri penting :
1.
Menekankan pada respon - respon
yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.
Menekankan pada perilaku yang
dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak
kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.
Memfokuskan pada perilaku binatang.
Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku
binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi
tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut
penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu
berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan
itu. Jadi menurut Behaviorisme
manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus
dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku
menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki
sikap diri sendiri.
Kepribadian
yang sehat menurut Behavioristic :
1.
Memberikan respon terhadap faktor
dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
2.
Bersifat sistematis dan bertindak
dengan dipengaruhi oleh pengalaman.
3.
Sangat dipengaruhi oleh faktor
eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
4.
Menekankan pada tingkah laku yang
dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif.
Aliran ini berkembang pada tahun 1950.
Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran
psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi
yang menekankan keunikan manusia.
Psikologi Humanistik manusia adalah
makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan
sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Kepribadian
yang Sehat menurut Humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri :
1.
Menjalani hidup seperti seorang
anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2.
Mencoba hal-hal baru ketimbang
bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3.
Lebih memperhatikan perasaan diri
dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4.
Jujur ; menghindari kepura-puraan
dalam “bersandiwara”.
5.
Siap menjadi orang yang tidak
popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6.
Memikul tanggung jawab.
7.
Bekerja keras untuk apa saja yang
ingin dilakukan.
8.
Mencoba mengidentifikasi pertahanan
diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.





Comments
Post a Comment