Sistem Gerak Pada Tumbuhan (Materi IPA SMP Kelas 8 – Halaman 49 s/d 59)
Sistem Gerak Pada Tumbuhan (Materi
IPA SMP Kelas 8 – Halaman 49 s/d 59)
Berdasarkan asal
datangnya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga (3), yaitu :
Gerak Endonom, Gerak Hidroskopis, Gerak Esionom.
1. Gerak Endonom.
Jika
kita mengamati daun tumbuhan Hydrilla Verticillata, maka akan melihat struktur
seperti dinding tembok yang didalamnya terdapat butiran bulat berwarna hijau.
Struktur seperti tembok tersebut merupakan sel daun. Didalam sel daun tersebut
terdapat cairan yang disebut sitoplasma. Dalam sitoplasma terdapat butiran
bulat berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas bergerak berkeliling
(rotasi) didalam sel yang disebut gerak siklosis. Pergerakan tersebut
sebenarnya akibat dari pergerakan atau aliran sitoplasma dalam sel. Gerak ini
terjadi secara spontan dan berasal dari dalam sel tumbuhan tersebut. Gerak yang
terjadi akibat rangsangan yang berasal dari dalam sel atau tubuh tumbuhan
disebut dengan gerak endogen.
2. Gerak Higroskopis.
Ada
bermacam – macam buah polong – polongan seperti kacang kedelai (Glycine max),
Buah cangkring (Erythrina variegata) dan buah biduri (Asclepias Gigantea).
Ketika buah polong – polongan sudah tua, terjadi perubahan kadar air di dalam
sel secara tidak merata. Akibatnya terjadi pengerutan bagian buah yang tidak
merata. Pengerutan ini membuat buah polong menjadi terbuka. Membukanya buah
polong tersebut merupakan salah satu contoh gerak higroskopis. Selain
membukanya buah polong – polonga, contoh gerak higroskopis yaitu membukanya
dinding sporangium (kotak spora) tumbuhan paku.
3. Gerak Esionom.
Gerak
Esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya ransangan dari luar
tubuh tumbuhan (lingkungan sekitar). Berdasarkan respons gerak yang dilakukan
tumbuhan. Gerak Esionom dapat dibedakan menjadi Gerak Tropisme, Gerak Taksis,
Gerak Nasti.
a.
Gerak
Tropisme.
Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat
seperti halnya hewan. Setiap ujung batang tumbuhan akan tumbuh menuju arah
datangnya cahaya. Berbeda halnya dengan arah gerak pertumbuhan akar. Akar
tumbuhan akan bergerak tumbuh menjauhi arah datangnya cahaya dan akan cenderung
bergerak tumbuh menuju pusat bumi. Kedua gejala tersebut menunjukkan bahwa ada
gerak tumbuhan yang arah pergerakannya dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsangan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya
rangsang dari luar disebut gerak tropisme. Arah gerak tumbuhan yang mendekati
arang arah datangnya rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah
gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif.
1.
Gerak
Fototropisme.
Ujung batang tumbuhan mengalami
pertumbuhan ke arah cahaya. pengaruh rangsang cahaya terhadap arah tumbuh
batang tumbuhan. Jenis gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya
disebut dengan gerak fototrofisme atau heliotropisme. tumbuhan yang arah
tumbuhannya mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positip sedangkan yang
menjauhi cahaya disebut fototropisme
negatif.
2.
Gerak
Geotropisme.
akar jagung tumbuh menuju arah bawah
(menuju ke pusat bumi). Setelah jagung diletakan pada posisi miring, akar
menjadi bengkok dan tumbuh kembali menuju pusat bumi. arah pertumbuhan batang
ke atas (menjauhi pusat bumi). Setelah jagung diletakkan pada posisi miring,
batang menjadi bengkok dan tumbuh kembali menuju ke atas (menjauhi pusat bumi).
Arah gerak akar dan batang jagung tersebut terjadi karena pengaruh gravitasi
bumi. Gerak akar dan batang yang demikian disebut geotropism atau
gravitropisme. gerak akar menuju ke pusat bumi disebut geotropism positif,
sedangkan gerak batang menjauhi pusat bumi disebut geotropism negatif.
3.
Gerak
Hidrotopisme.
Selain tumbuh menuju pusat bumi, gerak
pertumbuhan akar juga dipengaruhi oleh sumber air. Pertumbuhan akar menuju
sumber air disebut gerak hidrotropisme. Maha kuasa Tuhan yang telah memberikan
tumbuhan kemampuan tersebut, sehingga tumbuhan dapat terus mendapatkan air
sehingga dapat tetap hidup.
4.
Gerak
Tigmotropisme.
Beberapa tumbuhan seperti mentimun,
kacang panjang, labu, anggur dan markisa memiliki organ tambahan yang disebut
sulur. Sulur yang melilit pada suatu batang karena ada rangsangan. Rangsangan
yang mempengaruhi gerak sulur tersebut yaitu sentuhan. gerak melilitnya sulur
tumbuhan pada tempat rambatannya merupakan contoh Gerak Tigmotropisme
5.
Gerak
Kemotropisme.
Tumbuhan dapat melangsungkan
kehidupannya karena Tuhan memberikan kemampuan untuk bereproduksi. Reproduksi
tumbuhan melibatkan proses penyerbukan, yaitu peristiwa jatuhnya serbuk sari di
kepala putik. Dikepala putik, serbuk sari akan berkecambah dan membentuk buluh
serbuk yang akan membawa gamet jantan (Spermatozoid) menuju gamet betina (sel
telur). Gerakan buluh serbuk menuju sel telur dipengaruhi oleh zat gula (zat
kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah. gerak tropisme yang dipengaruhi oleh
zat kimia disebut Kemotropisme.
b.
Gerak
Taksis.
Gerak Taksis adalah gerak pindah tempat
seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak
Taksis biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu misalnya pada Euglena
viridis.
Euglena Viridis merupakan organisme yang
dapat dikelompokkan kedalam Algae (Protista mirip tumbuhan) karena memiliki
klorofil dan mampu melakukan fotosisntesis. Dalam hidupnya organisme tersebut
membutuhkan cahaya, oleh karena itu Euglena Viridis akan bergerak mendekati
sumber cahaya. Namun, jika intensitas cahaya terlalu tinggi, Euglena Viridis akan berusaha
menghindar. Kemampuan berpindahnya Euglena Viridis disebabkan karena organisme
tersebut memiliki alat gerak berupa flagella dan reseptor cahaya. Pergerakan
Euglena Viridis ini disebut dengan gerak Fototaksis.
Contoh gerak taksis lainnya adalah
gerakan spermatozoa tumbuhan lumut dan paku. tumbuhan lumut dan paku
bereproduksi secara seksual, akan menghasilkan sel kelamin jantan yang disebut
spermatozoid. Spermatozoid mampu bergerak menuju sel kelamin betina yang
terdapat pada arkegonium akibat tertarik oleh zat gula dan protein tertentu
yang dihasilkan oleh arkegonium. Pergerakan spermatozoid tersebut merupakan
contoh gerak kemotaksis. gerak kemotaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang
dipengaruhi oleh rangsangan berupa zat kimia.
c.
Gerak
Nasti.
Darimana pun arah datangnya sentuhan,
arah gerakan yang dilakukan Daun Putri Malu selalu tetap, yaitu menutup dengan
arah yang sama. Artinya gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan tidak dipengaruhi
oleh arah datangnya rangsang. Gerak tumbuhan yang demikian disebut dengan Gerak
Nasti. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak nasti dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis, diantaranya :
1.
Gerak
Seismonasti.
Gerak pada daun putri malu akibat diberi
getaran atau sentuhan disebut dengan Seismonasti. Seismonasti adalah gerak
nasti tumbuhan yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan.
2.
Gerak
Niktinasti.
Saat malam hari, Daun tumbuhan Bunga
Merak (Caesalpinia Pulcherrima) dan Daun tumbuhan Lamtoro (Leucaena
Leucocephala) akan menutup atau tidur dan akan membuka saat siang hari.
Pergerakan daun tumbuhan tersebut akibat adanya rangsangan berupa kondisi siang
hari dan malam hari. Gerak yang demikian disebut dengan Gerak Niktinasti.
3.
Gerak
Fotonasti.
Pada sore hari, umumnya Bunga Pukul
Empat (Mirabilis Jalapa) akan mekar. Mekarnya bunga pukul empat disebabkan oleh
adanya rangsangan cahaya sore hari. Gerak membukanya bunga pukul empat tersebut
disebut gerak fotonasti. Fotonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan yang
disebabkan adanya rangsangan berupa cahaya.
4.
Gerak
Termonasti.
Bunga yang hidup di daerah yang memiliki empat
musim, seperti bunga tulip yang banyak di tanam di Benua Eropa, hanya dapat
mekar di musim semi. Mekarnya bunga di musim semi disebabkan oleh suhu udara
pada musim semi terasa lebih hangat. Gerak mekarnya bunga tulip pada musim semi
disebut gerak termonasti. Termonasti adalah gerak nasti tumbuhan dipengaruhi
oleh rangsangan yang berupa suhu.

Comments
Post a Comment