Dahsyatnya Persatuan Dalam Ibadah Haji dan Umrah (Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti – SMP Kelas 9 – Halaman 82 s/d 98)


Dahsyatnya Persatuan Dalam Ibadah Haji dan Umrah

(Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti – SMP Kelas 9 – Halaman 82 s/d 98) 

Setiap bulan Syawal sampai Zulhijjah, umat Islam di dunia ini banyak yang melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan bagi setiap muslim baik yang belum pernah maupun yang sudah berkali – kali melakukannya. Mereka berniat dengan sengaja mengunjungi Ka’bah untuk mengerjakan ibadah yang meliputi wukuf, thawaf, sa’I, tahalul dan ibadah – ibadah lainnya dengan mengharap rida dari Allah SWT. Menunaikan ibadah haji harus dilaksanakan dengan ikhlas.
Menunaikan ibadah haji memiliki makna bahwa kegiatan yang dilakukan oleh para jamaah haji merupakan napak tilas dari sejarah masa lalu yang pernah dilakukan keluarga Nabi Ibrahim AS sebagai symbol perjalanan hidup manusia sampai di alam akhirat. Semua ritual yang dilakukan membutuhkan kearifan bagi jamaah haji untuk mendalami hikmah di balik ibadah yang dilakukannya. Tujuannya agar ada perubahan tingkah laku setelah kembali ke daerah asalnya masing – masing dengan harapan mendapat predikat haji mabrur.
Kita ketahui bahwa ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu. Allah SWT menjadikan ibadah ini sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Rasulullah SAW menjelaskan kepada umatnya bagaimana tata cara pelaksanaan ibadah haji. Pada bab ini kita akan mempelajari tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah, ketentuan haji dan umrah serta bagaimana cara mempraktikannya dalam bentuk kegiatan manasik di sekolah.  
1.      Ibadah Haji.
a.      Pengertian dan Hukum Haji.
Secara bahasa, haji berasal dari bahasa Arab, yaitu Hajja yang artinya menyengaja sesuatu. Secara istilah, haji adalah sengaja mengunjungi Kakbah (Baitullah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan syarat – syarat yang telah ditentukan. 99Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima. Mekah adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Kota Mekah, terdapat Kakbah yang dijadikan kiblat bagi kaum muslim seluruh dunia ketika melakukan salat.
Ibadah haji ini hukumnya wajib bagi yang mampu sebagaimana firman Allah SWT, sebagai berikut ;
Artinya : “Disana terdapat tanda – tanda yang jelas, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang – orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (Q.S. Ali – Imran/3 :97).
Berdasarkan ayat tersebut, sudah jelas bahwa perintah melaksanakan haji adalah wajib bagi yang mampu dan sekali dalam seumur hidup. Maksud dari mampu adalah secara material, yaitu cukup untuk biaya dirinya sendiri maupun untuk keluarga yang ditinggal dan mampu secara fisik atau sehat selama melaksanakan ibadah haji. Disamping dua hal tadi, juga tersedianya transportasi yang aman menuju ke Mekah. Umat Islam yang sudah mampu, tetapi tidak melaksanakan haji, akan mendapat dosa karena sudah meninggalkan kewajibannya.
Disamping wajib melaksanakan ibadah haji, umat Islam juga wajib melaksanakan ibadah umrah. Oleh karena itu, para jamaah haji pada saat di tanah suci melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah. Adapun tata cara melaksanakannya ada tiga macam, yaitu sebagai berikut :  
1.      Ifrad.
Yaitu mengerjakan haji terlebih dahulu, setelah itu baru mengerjakan umrah.
2.      Tamattu.
Yaitu mengerjakan umrah terlebih dahulu, sesudah itu baru mengerjakan haji. 
3.      Qiran
Yaitu mengerjakan haji dan umrah secara bersama – sama.
b.      Syarat Wajib Haji.
Kita tahu bahwa dalam melaksanakan ibadah haji, ada beberapa syarat wajib bagi calon jamaah haji yang harus dipenuhi. Syaratnya itu antara lain sebagai berikut :  
1.      Islam.
Haji merupakan kewajiban bagi orang yang beragama Islam. Jika ada orang yang bukan muslim pernah melaksanakan haji, kemudia ia masuk Islam, ia masih tetap mempunyai kewajiban melaksanakan ibadah haji.
2.      Baligh.
Anak kecil belum memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji. Apabila ada anak kecil menunaikan ibadah haji, hajinya tetap sah, namun hal ini tidak menggugurkan kewajibannya. Artinya, kelak kalau sudah dewasa, dia masih tetap mempunyai kewajiban untuk menunaikan ibadah haji.
3.      Berakal Sehat.
Orang yang akalnya tidak waras (gila) tidak wajib melaksanakan haji. Orang semacam ini tidak mempunyai kelayakan untuk mengerjakan ibadah. Apabila orang gila menunaikan ibadah haji, hajinya tidak sah.
4.      Merdeka.
Melaksanakan haji bagi hamba sahaya adalah tidak wajib. Ibadah haji adalah ibadah yang lama temponya, memerlukan perjalanan jauh dan diisyaratkan kemampuan dalam bekal dan kendaraan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya hak – hak majikan yang berkaitan dengan hamba sahaya.
5.      Mampu
Adanya kesanggupan baik fisik, materi dan keamanan dalam melaksanakan ibadah haji.
c.       Rukun Haji.
Agar haji yang kita laksanakan menjadi sah, kita harus melaksanakan rukun haji. Rukun haji adalah serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan, hajinya tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :
1.      Ihram disertai dengan niat.
Berniat mengerjakan haji. Niat dilakukan dengan ikhlas didalam hati, bunyi niatnya sebagai berikut :
Artinya : “Kupenuhi panggilan – Mu untuk berhaji”.
2.      Wukuf.
Hadir di Padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai dari tergelincirnya matahari waktu zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai terbenamnya matahari tanggal 9 Zulhijjah.
3.      Tawaf.
Tawaf adalah mengelilingi kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di sudut Hajar Aswad pula dan Kakbah berada di sebelah kiri orang bertawaf (arah putaran tawaf berlawanan dari arah jarum jam).
4.      Sa’I.
Sa’I adalah berjalan dan berlari – lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. Adapun tata caranya adalah :
a.       Dimulai dari bukit Safa dan disudahi di Bukit marwah.
b.      Dilaksanakan sebanyak tujuh kali
c.       Dilaksanakan sesudah Tawaf.
5.      Tahalul.
Tahalul adalah menghalalkan perkara yang semula diharamkan ditandai dengan mencukur sekurang – kurangnya tiga helai rambut.
6.      Tertib.
Tertib, yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun – rukun itu.
d.      Wajib Haji.
Selain mengerjakan rukun haji, kita harus mengerjakan wajib haji. Wajib haji adalah serangkaian kegiatan yang harus dikerjakan apabila ada salah satunya tidak dikerjakan, hajinya tetap sah dan digantikan dengan membayar dam atau menyembelih hewan. Adapun wajib hajinya sebagai berikut :  
1.      Ihram dari Miqat
Ihram dari Miqat yaitu batasan waktu dan tempat yang telah ditentukan. Ketentuan masa (Miqat Zamani) adalah dari awal bulan syawal sampai terbit fajar hari Raya Haji (tanggal 10 bulan haji).
Firman Allah SWT,
Artinya : “(Musim) haji itu (pada) bulan – bulan yang telah dimaklumi …”. (Q.S. al – Baqarah /2:197).
Ketentuan tempat (Makani, adalah
a.       Mekah adalah miqat (tempat ihram) orang yang tinggal di mekah.
b.      Zul – Hulaifah adalah Miqat (tempat ihram0 orang yang dating dari arah Madinah dan negeri – negeri yang sejajar dengan Madinah
c.       Juhfah adalah miqat (tempat ihram) orang yang dating dari arah Syam, Mesir, maghribi dan negeri – negeri yang sejajar dengan negeri tersebut.
d.      Yalamlam adalah Miqat (tempat ihram) orang yang dating dari arah Yaman, India, Indonesia dan negeri – negeri yang dating dari arah negeri tersebut.
e.       Qarnul Manazil adalah miqat (tempat ihram) orang yang dating dari arah Najdil – Yaman, najdil hijaz dan negeri – negeri yang dating dari arah negeri tersebut.
f.       Zatuirqin adalah Miqat (tempat ihram) orang yang dating dari arah Irak dan negeri – negeri yang dating dari arah negeri tersebut
g.      Bagi penduduk negeri – negeri yang ada di negeri mekah dan Miqat – miqat tersebut adalah miqat tempat ihramnya dari negeri masing – masing dimana mereka tinggal.
2.      Bermalam di Muzdalifah.
Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam, di malam Hari raya Haji sesudah hadir di Padang Arafah.  
3.      Melontar jumrah Aqabah pada Hari Raya Haji.  
4.      Melontar Tiga Jumrah.
Melontar Tiga Jumrah, yaitu Jumrah Ula, jumrah Wustha dan Jumrah aqabah pada tanggal 11, 12, 13 bulan Haji.
Syarat melontar Jumrah adalah sebagai berikut :
a.       Melontar Jumrah dengan tujuh batu kerikil dan dilemparkan satu per satu
b.      Menertibkan tiga jumrah, dimulai dari jumrah Ula, jumrah wustha dan yang terakhir jumrah Aqabah.
c.       Alat untuk melontar jumrah adalah batu kerikil. 
5.      Bermalam di Mina
6.      Tawaf Wada’
Tawaf Wada’ adalah Tawaf yang dilaksanakan sewaktu akan meninggalkan Mekah.
7.      Tidak melakukan perbuatan yang dilarang atau yang diharamkan.
e.       Sunah Haji.
Sunah haji adalah serangkaian kegiatan yang apabila dilakukan akan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa. Adapun sunah haji sebagai berikut :  
1.      Membaca talbiyah selama ihram sampai melontar jumrah aqabah pada hari Raya Idul Adha. Lafaz Talbiyah, adalah
Artinya : “Ya Allah, saya tetap tunduk mengikuti perintah – Mu, tidak ada sekutu bagi – Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi – Mu dan Engkaulah yang menguasai segala sesuatu, tidak ada yang menyekutui kekuasaan – Mu”.
2.      Berdoa sesudah membaca talbiyah
3.      Membaca zikir sewaktu tawaf
4.      Salat dua rakaat sesudah Tawaf.
5.      Masuk ke Ka’bah.
f.       Larangan Haji.
Berikut ini adalah hal – hal yang tidak boleh dilakukan selama jamaah haji sedang ihram. 
a.       Bagi laki – laki.
1.      Memakai pakaian yang berjahit, baik jahitan biasa, sulaman dan atau diikatkan kedua ujungnya.
2.      Menutup kepala.
b.      Bagi perempuan.
Menutup muka dan kedua telapak tangan.
c.       Larangan bagi laki – laki dan perempuan.
1.      Memakai wangi – wangian baik dipakainya pada badan atau pada pakaian.
2.      Menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain.
3.      Memotong kuku
4.      Mengakadkan nikah, baik menikahkan, menikah atau menjadi wali nikah.
5.      Bersetubuh bagi suami istri
6.      Berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.
g.      Dam Haji (Denda Haji).
Jamaah haji yang meninggalkan wajib haji atau melakukan perbuatan yang dilarang pada saat ihram, harus membayar Dam. Macam – macam Dam, sebagai berikut : 
Jenis Pelanggaran
Ketentuan Dam (Denda)
Tidak mengerjakan haji ifrad (yang dikerjakan adalah haji Tamattu atau Qiran)
Menyembelih 1 ekor kambing. Jika tidak mampu, berpuasa 10 hari (3 hari di mekah, 7 hari di negeri asal).
Melakukan salah satu dari beberapa larangan berikut ;
a.       Mencukur rambut
b.      Memotong kuku
c.       Memakai pakaian yang dijahit.
d.      Memakai wewangian
e.       Bersetubuh sesudah tahalul pertama
Boleh memilih :
a.       Menyembelih 1 ekor kambing
b.      Puasa 3 hari
c.       Memberi makan 6 orang miskin.

Berhubungan suami istri sebelum Tahallul Pertama (Larangan yang dapat membatalkan haji)
Menyembelih 1 ekor unta, kalau tidak mampu, 1 ekor sapi, kalau tidak mampu juga, 7 ekor kambing.
(pelaksanaan penyembelihan Dam ini harus di Mekah.
Berburu dan membunuh binatang.

Menyembelih binatang berupa unta, sapi atau kambing yang sebanding dengan binatang yang dibunuh.
Terlambat dating
Bertahallul (mencukur rambut) dan menyembelih 1 ekor kambing.

2.      Ibadah Umrah.
a.      Pengertian dan Hukum Umrah.
Umrah secara bahasa berartiberkunjung. Secara istilah, umrah adalah berkunjung ke Ka’bah dengan melaksanakan Tawaf dan Sai dalam waktu yang tidak ditentukan. Hukumnya adalah Fardu ain atas Umat Islam sekali dalam seumur hidupnya. Sebagaimana firman Allah SWT.
Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah … (Q.S. al – Baqarah/2:196).
Umrah sering disebut dengan haji kecil. Semua ketentuan umrah hamper sama dengan haji, tetapi pelaksanaan umrah lebih sederhana dibandingkan dengan pelaksanaan haji.
b.      Syarat Wajib Umrah.
Kita tahu bahwa dalam melaksanakan ibadah haji, ada beberapa syarat wajib bagi calon jamaah haji yang harus dipenuhi sebagaimana berikut ini :
1.      Islam
Umrah tidak wajib atas orang kafir dan mereka tidak dituntut mengerjakannya selama masih kafir dan tidak sah mengerjakannya sebab mereka tidak mempunyai kelayakan untuk menunaikan ibadah.
2.      Baligh.
Melaksanakan umrah bagi anak kecil tidak wajib karena tidak dituntut untuk mengerjakan hokum – hokum syariat.
3.      Berakal.
Melaksanakan umrah bagi orang gila adalah tidak wajib karena dia tidak mempunyai kelayakan untuk mengerjakan ibadah.
4.      Merdeka.
Melaksanakan umrah bagi hamba sahaya adalah tidak wajib, sebab umrah adalah ibadah yang lama waktunya. Selain itu, memerlukan perjalanan jauh dan diisyaratkan kemampuan dalam bekal dan kendaraan yang mengakibatkan terabaikannya hak – hak majikan yang berkaitan dengan hamba sahaya.
c.       Rukun Umrah.
Agar Umrah yang kita laksanakan menjadi sah, kita harus melaksanakan rukunnya. Rukun Umrah adalah serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan, tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan Dam. Adapun Rukun Umrah adalah sebagai berikut :
1.      Ihram
Berniat untuk melaksanakan umrah.
2.      Tawaf.
Tawaf adalah mengelilingi kakbah sebanyak 7x dimulai dari sudut hajar aswad dan berakhir di sudut hajar aswad pula serta kakbah berada di sebelah kiri orang ber tawaf (berlawanan dari arah jarum jam)
3.      Sai.
Sai adalah berlari – lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah.
4.      Tahalul.
Tahalul adalah mencukur sekurang – kurangnya tiga helai rambut.
5.      Tertib
Tertib yaitu mendahulukan yang dahulu diantara rukun – rukun itu.
d.      Wajib Umrah
Adapun wajib umrah adalah sebagai berikut ;
1.      Ihram dari Miqat nya.
Miqat didalam Umrah ada dua macam, yaitu Miqat Zamani (sepanjang tahun) dan Miqat Makani (sama dengan Miqat haji0
2.      Menjauhi segala larangan umrah yang jumlah dan bentuk larangannya sama dengan larangan haji.
3.      Hikmah Haji dan Umrah.
a.      Manfaat Bagi Individu yang menunaikan Ibadah Haji.
1.      Menghapus semua dosa kecil dan menyucikan diri dari perbuatan maksiat.
2.      Diampuninya segala dosa karena allah SWT. Maha Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyayang kecuali yang berkaitan dengan hak – hak sesame manusia harus diselesaikan terlebih dahulu.
3.      Menyucikan jiwa seseorang dan berbaik sangka kepada Allah SWT
4.      Meningkatkan keimanan seseorang dengan menepati janji kepada Allah SWT dengan kerinduan akan Baitullah
5.      Mengingatkan akan perjuangan Rasulullah SAW yang telah menyinari dunia dengan amal saleh.
6.      Melatih sifat sabar dan disiplin serta mendorong untuk berkurban lebih mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri.
7.      Mensyukuri nikmat yang telah diberikannya, yaitu nikmat sehat dan nikmat harta yang telah diterimanya.
b.      Manfaat Bagi Umat Islam Pada Umumnya.
1.      Menciptakan rasa persatuan dan kesatuan umat Islam di dunia.
2.      Mempererat tali persaudaraan bagi umat islam di seluruh dunia.
3.      Media untuk berdakwah menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, selalu menemui jamaah haji dalam setiap tahunnya.
4.      Lebih mengutamakan kepentingan agama daripada kepentingan pribadi.

Comments

Popular posts from this blog

Soal dan Jawaban Pkn Kelas 7 Semester 2 – Halaman 150 dan 151

Soal dan Jawaban IPA Kelas VII – Semester 2 – Halaman 26

Soal dan Jawaban IPS Terpadu Kelas VII – Halaman 82